Welcome to Pear'L Corner' Selamat datang di Pear'L Corner 'Selamat datang di Pear'L Corner 'Welcome to Pear'L Corner ' Welcome to Pear'L Corner'selamat datang Pear'L Corner 'Welcome to Pear'L Corner'selamat datang Pear'L Corner' Sudut Hati

Translate

Friday, September 19, 2014

Kisah Perampokan Konyol

Kisah berikut seharusnya nyata. 

Orang ini masuk ke toko dengan tembakan senjata dan menuntut semua uang dari laci kas. Setelah kasir menempatkan uang tunai dalam tas, perampok melihat sebotol scotch di belakang meja di rak. Dia mengatakan kepada kasir untuk memasukkannya ke dalam tas juga, tapi kasir menolak dan berkata, "Saya tidak percaya Anda lebih dari 21."

Perampok mengatakan iya, tapi petugas masih menolak untuk memberikan scotch kepadanya karena dia tidak percaya padanya. Pada titik ini perampok mengambil SIM keluar dari dompetnya dan memberikannya kepada petugas.

Petugas melihatnya atas, dan setuju bahwa orang itu sebenarnya lebih dari 21 dan ia meletakkan scotch dalam tas. Perampok kemudian berlari dari toko dengan hasil jarahannya.

Kasir segera menelepon polisi dan memberikan nama dan alamat dari perampok bahwa di SIM. Mereka menangkap perampok dua jam kemudian.

Buka Bersama di Rumah Makan Padang Seusai Pemilu Presiden

Setelah melakukan pencoblosan pemilu presiden tahun tanggal 9 Juli 2014 kemarin, ceritanya keluarga besar Pak Maman buka bersama di RM Padang Sederhana. 


Selesai makan, Pak Maman memanggil pelayan.

Pak Maman: "Uda, tolong dihitung semua".

Dalam beberapa detik, si Uda sudah menyerahkan tagihan. Pak Maman kaget melihat kehebatan dan kecepatan sang pelayan menghitung.

Pak Maman: "Uda, hebat. Hanya beberapa detik, hitungan sudah selesai?"

Uda: "Itu pakai quick count, Pak. Kalau hitungan real count silakan ke kasir.."

Pak Maman: "Onde Mande..."

Naik Kapal yang Mau Tenggelam

Kapal tampaknya mulai tenggelam. Para penumpang yang sebelumnya menertawakan peringatan Nasrudin yang meminta mereka agar bersiap-siap untuk kehidupan akhirat, mulai berlutut dan berteriak-teriak minta tolong. Mereka berdoa, mereka berjanji untuk berbuat sebanyak mungkin kebajikan jika mereka selamat.


"Teman-teman!" teriak Nasrudin. "Jangan boros dengan kata-kata bagus itu. Percayalah! Aku melihat daratan!"
"Hah?" semua penumpang membelalak.
"Apa? Apakah kalian tidak jadi meneruskan tobat dan berbuat baik?" tanya Nasruddin

Pengumuman Setelah Shalat id

Berikut adalah kisah seorang Imam yang setelah Shalat Idul Fitri memberikan pengumuman kepada masyarakat:

"Aku punya berita baik dan berita buruk. Kabar baiknya adalah, kita punya cukup dana untuk membayar program pembangunan baru. Kabar buruknya adalah, dana itu masih berada di luar sana, yaitu di saku Anda."

Tentang Konsisten

Seorang Darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup dari Nasrudin. Nasrudin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya bisa dipelajari dengan praktek. Darwis itu pun bersedia menemani Nasrudin dan melihat perilakunya.


Malam itu Nasrudin menggosok kayu membuat api. Api kecil itu ditiup-tiupnya.

"Mengapa api itu kau tiup?" tanya sang Darwis.

"Agar lebih panas dan lebih besar apinya," jawab Nasrudin.

Setelah api besar, Nasrudin memasak sop. Sop menjadi panas. Nasrudin menuangkannya ke dalam dua mangkok. Ia mengambil mangkoknya, kemudian meniup-niup sopnya.

"Mengapa sop itu kau tiup?" tanya sang Darwis.

"Agar lebih dingin dan enak dimakan," jawab Nasrudin.

"Ah, aku rasa aku tidak jadi belajar darimu," ketus si Darwis,

"Engkau tidak bisa konsisten dengan pengetahuanmu."

Ah, konsistensi.

Aco VS Ambo

Seorang bapak menyuruh anaknya Aco yang masih berusia 6 tahun.

Bapak: "Aco... Sini nak.. Ini uang pi ko beli cocacola di warung, 1 utk bapak, 1 untuk ibu, 1 untuk kakak trus 1 untuk kau... jadi brapa semua cocacolanya?"

Aco: "3 bapak.." Dgn polosnya..

Bapak: "Bapak ulang nah.. 1 untuk bapak, 1 untuk ibu, 1 untuk kakak trus 1 untuk kau... jadi brapa smua cocacolanya..?"

Aco: "3 bapak.."

Bapak: "Aco.. Aco.. Dongomu itu! Apa ji ko belajar di sekolah.. Coba ko hitung lagi, klo salah lagi bapak cubit ko, Co.. 1 untuk bapak, 1 untuk ibu, 1 untuk kakak trus 1 untuk kau... jadi brapa smua cocacolanya..?" (Dengan nada emosi...)

Aco: "3 bapak.."

Bapak: "Dongo mentong kau, aco" sambil mencubit aco.. "Brapa smuanya?!!"

Aco: (Sambil menangis): "3 ji cocacola bapak... mauka minum fanta saya..."

Dapat Beasiswa Kuliah di Amerika

Atun dapat beasiswa ke Amerika. Sebelum berangkat, ia sempat mendapat nasihat dari babenye.


"Tun, babe pesen ame elu. Ntar kalo lu udeh tinggal di sono, elu kudu ati-ati. Jage name baik keluarge. Elu juga kudu pandai begaul, supaye banyak nenangin jiwa."

"Pegimane resepnya, be?" tanye Atun.

"Ya, contonye gini, kalo lu ketemu ame tukang tahu, lu ngomongin deh soal tahu. Kalo ketemu ame tukang lontong, ngobrolin deh soal lontong, dan kalo ketemu ame tukang sayur, ya elu omonginlah soal sayur." kate babenye.

"Pegimane kalo aye ntar ketemu ame ketigenye, be?" tanya Atun.

"Ye elu obrolin aje soal gado-gado..." sahut babenye.